![]() |
| Kelompok Militan Abu Sayyaf |
Jepang Bantu Filipina Berantas Abu Sayyaf Dengan Mengirimkan Kapal Patroli | Idaman Poker | Agen Judi Online Terpercaya
Jepang Menawarkan bantuan kepada Filipina berupa Kapal Patroli untuk membantu mengkal gerakan kelompok militan di wiliyah selatan Filipina, yang terkenal suka membajak dan menyadra para pelaut.
Idaman Poker | Agen Poker Uang Asli Terpercaya
Meningkatnya aksi pembajakan sepanjang 2016 di wilayah tersebut sangat mengkhawatirkan. Puluhan pelaut dijadikan sandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf, termasuk warga negara Indonesia (WNI). Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pertahanan Jepang menawarkan bantuan.
“Wakil Menteri Pertahanan Jepang Ro Manabe menawarkan bantuan tersebut pada Jumat (10 Februari 2017) lalu dan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi bagi terhadap upaya Filipina, Malaysia, dan Indonesia dalam memberantas pembajakan dan terorisme,” ucap Direktur Jenderal Hubungan Internasional Kementerian Pertahanan Filipina, Raymond Quilop
Idaman Poker | Agen Poker Online Uang Asli Terpercaya
Namun, seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan Jepang menyebut tidak ada tawaran bantuan patroli. Ia menyebut bantuan kepada Filipina adalah capacity building. Kendati demikian, Jepang dan Filipina sepakat bahwa Tokyo akan mengirim kapal kecil bagi Filipina untuk upaya kontra-terorisme pada musim gugur lalu.
Upaya Filipina untuk memperkuat sistem pertahanan dengan Jepang dilakukan di tengah rumitnya kerjasama pertahanan dengan Amerika Serikat (AS). Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Januari sempat mengajukan permohonan kepada China untuk mengirim kapalnya demi menangkal operasi pembajakan Abu Sayyaf. Namun, Beijing belum merespons permintaan tersebut.
Idaman Poker | Situs Poker Online Terpercaya
Negeri Tirai Bambu juga sedang membahas rencana kerjasama pertahanan dengan meminjamkan atau menjual persenjataan mereka ke Filipina. Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan Rusia juga sudah menawarkan untuk menjual alat utama sistem pertahanan apa pun yang dibutuhkan oleh Filipina.
Indonesia, Filipina, dan Malaysia sendiri sudah meneken perjanjian keamanan untuk mengejar kelompok militan serta memberantas pembajakan di Laut Sulu dan Sulawesi. Namun, aksi pembajakan dan penyanderaan masih terjadi dan menimpa sejumlah warga asing. Kelompok Abu Sayyaf hingga saat ini masih menyandera 27 orang tawanan.







0 komentar:
Posting Komentar